Satgas komunitas angkutan dibentuk cegah sopir angkot vs ojek online

0
9
angkutan-online

Berita7.id – Kepolisian Resor Bogor, Jawa Barat memfasilitasi pembentukan satuan tugas komunitas angkutan umum dan angkutan dalam jaringan untuk mengantisipasi bentrok lanjutan akibat salah komunikasi dan berita hoax di media sosial. Akibat berita hoax tersebut sopir angkot ojek online bentrok.

“Saya harapkan dengan adanya satgas yang terdiri dari koordinator organda dan angkutan online, masing-masing bisa menjembatani komunikasi bila perlu permanen sampai ke depan,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika Gading, di Polres Bogor Cibinong, seperti dilansir Antara, Kamis (23/3).

Dari mediasi pada Rabu (22/3) pukul 21.00 hingga 23.05 WIB, disepakati tidak ada pengerahan massa pada hari berikutnya hingga revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 diberlakukan pada tanggal 1 April 2017.

Pihak kepolisian juga mengundang kehadiran manajemen transportasi online untuk ikut berkomunikasi dengan pihak pemerintah, kepolisian maupun satgas yang dibentuk.

Menurut Andi, perlu dimaklumi jika perwakilan ojek daring yang hadir dalam mediasi mendapatkan pendampingan oleh pihak perusahaan tempat mereka bernaung untuk memperkuat komitmen.

Ia juga memerintahkan anggota kepolisian untuk menelusuri tulisan larangan ojek daring di gang untuk menetralisir kekhawatiran masing-masing pengemudi.

Dia pun mengimbau agar masyarakat umum maupun pengemudi angkot atau ojek daring segera menghubungi kepolisian 1 x 24 jam teerhadap tindakan apa pun yang perlu dikomunikasikan di lapangan.

“Kalau setelah ini masih ada yang melanggar komitmen, kami akan tindak tegas, kalau tindak kekerasan ya pakai sanksi kekerasan, kalau perusakan sanksi perusakan,” ujarnya.

Menurut dia, terkait kejadian di Laladon, Kecamatan Dramaga, tidak ada yang diamankan karena memilih untuk duduk bersama. Begitu pula total kerugian belum ada jumlah pasti namun kerugian akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai bencana sosial.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Eddy Wardani menyampaikan, ada lima angkot yang terdata rusak saat bentrokkan di Laladon. Tiga angkot di antaranya angkot Kabupaten Bogor, dan dua lainnya angkot Kota Bogor.

“Pemkab Bogor akan menanggung yang di wilayah kita, bupati sudah instruksikan besok jam tiga dirapatkan,” kata Eddy.

Eddy berharap tidak ada lagi aksi karena sejak awal anggota Organda Kabupaten Bogor memilih audensi. Sehingga tidak perlu ada aksi kekerasan untuk kepentingan masyarakat luas.

Hasil pertemuan tersebut masing-masing komunitas angkutan diwakili koordinator sehagai anggota satgas, Ketua Organda Kabupaten Bogor Ajat Gunawan, Perwakilan koordinator wilayah Organda Wawan Gumelar, ojek daring Gojek Yuan Afandi, ojek daring Grab Maulana Agung, dan ojek daring Uber Wicaksono.

Pertemuan dihadiri Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika Gading, Dandim 0621 Letkol Inf Fransisco, Kadishub Kabupaten Bogor Eddy Wardani, dan perwakilan komunitas angkutan umum dalam kota dan angkutan daring.

Sebelumnya, bentrok antara sopir angkutan umum (angkot) dengan pengemudi ojek online di Bogor sempat pecah di depan Terminal Laladon, Kabupaten Bogor, Rabu (22/3) sekira pukul 15.15 WIB. Sedikitnya ada 300 pengemudi ojek online terlibat bentrok.

Sumber : today.line.me/id

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here