Partai Gerindra : Jangan Tenggelamkan Bangsa Ini Dalam Lautan Utang

0
8

Berita7.id – Total utang pemerintah Indonesia semakin bertambah. Tercatat pada akhir April 2017, total utang pemerintah pusat mencapai Rp 3.667,41 triliun, utang ini naik Rp 17 triliun, dibandingkan Maret 2017 sebesar Rp 3.649,75 triliun.

Menurut Chief Economist PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro), Arif Budimanta, kenaikan utang pemerintah merupakan hal yang wajar. Sebab pemerintahan era Jokowi sangat gencar melakukan pembangunan infrastruktur namun ruang fiskal sangat terbatas.Menurut Chief Economist PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro), Arif Budimanta, kenaikan utang pemerintah merupakan hal yang wajar. Sebab pemerintahan era Jokowi sangat gencar melakukan pembangunan infrastruktur namun ruang fiskal sangat terbatas.

Kenaikan utang ini ditanggapi serius oleh salah partai politik di Tanah Air kita. Partai Gerindra prihatin akan kenaikan ini karena jika beban utang ini dibagi rata kepada seluruh penduduk Indonesia, maka setiap orang harus membayarkan sekitar Rp.14 juta!

Berikut kultwit partai Gerindra yang diambil dari sosial media Partai Gerindra @Gerindra (12/9/2017) :

1. Perlu kita ketahui, jumlah total utang luar negeri Pemerintah saat ini mencapi Rp. 3.779 triliun.

2. Jika beban utang ini dibagi rata kepada seluruh penduduk Indonesia, maka setiap orang harus membayarkan sekitar Rp.14 juta! 

3. Dan bukan tidak mungkin beban tersebut akan terus bertambah seiring bertambahnya utang pemerintah.

4. Bayangkan, anggaran untuk bunga utang saja mencapai Rp 248 triliun, jauh lebih besar dari subsidi yang hanya Rp 176 triliun.

5. Pembayaran bunga-bunga utang yang jelas-jelas merupakan riba terus membengkak dan subsidi untuk rakyat justru terus dikurangi.

6. Seperti dicabutnya subsidi listrik 900 VA yang penggunanya sebagian besar adalah masyrakat kelas menengah.kebawah.

7. Apakah rezim @jokowi saat ini secara sengaja terus menenggelamkan negara ini dalam kubangan utang??

8. Di saat daya beli masyarakat kelas menengah bawah melemah, Pemerintah terus memeras habis-habisan pendapatan rakyat. 

9. Pada RAPBN 2018,  pendapatan pajak naik hampir 10% menjadi Rp 1609 triliun. Sementara pendapatan dari non-pajak hanya Rp 268 triliun.

10. Dan harus kita ketahui, meskipun kaya akan sumber daya alam, namun target penerimaan dari sektor ini  hanya Rp 99 triliun.

11. Hal ini mencerminkan bahwa rezim saat ini yang semakin liberal terbukti membuat kesejahteraan penduduk semakin turun.

12. Penduduk miskin tidak mengalami penurunan signifikan, sementara utang semakin menggunung.

13. Bisa dikatakan kebijakan Pemerintah dalam menggunakan anggaran semakin tidak efektif dalam menyejahterakan rakyat.

14. Jangan hanya melakukan ‘Politik Infrastruktur’ untuk kepentingan bersolek semata, masyarakat mana yang merasakan manfaatnya?

15. Penurunan tipis angka kesenjangan yang selama ini dibanggakan oleh @jokowi, sebenarnya lantaran pendapatan penduduk kaya sedikit turun,

15a. bukan karena penduduk miskin mengalami perbaikan pendapatan!

16. Dengan menganut sistem neoliberal saat ini, rezim ini gagal dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

17. Kenapa kita diam melihat kondisi saat ini? Kenapa kita diam melihat kenyataan bahwa utang ini tidak akan selesai sampai anak cucu kita.

18. Bergeraklah! Selamatkan masa depan bangsa. Pak @prabowo berpesan: “Sekeras halilintar pun genderang perang yang kau tabuhkan padaku ..

18a. Sebusuk bangkai pun sumpah serapah dan fitnah yang kalian semburkan padaku. Setajam sembilu pun pedang yang kalian huluskan padaku.

18b. Sedalam palung pun kuburan yang kalian siapkan untuk ku.. Aku tidak akan berperang, karena kalian adalah saudara ku.

18c. Tapi aku akan berperang jika kalian menjadi pengkhianat dan menjadi perampok bangsa ini” – @prabowo 

Silahkan Tulis Komentar Anda Mengenai Artikel Diatas