Mempercepat Kemajuan Indonesia, Daerah Tertinggal Harus Dibangun

0
6
Hary Tanoesoedibjo

Berita7.id – Untuk mempercepat kemajuan Indonesia, daerah-daerah tertinggal harus dibangun sehingga bisa tumbuh sebagai kekuatan baru yang menopang ekonomi nasional. Demikian ungkapan dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo saat dialog kebangsaan bertajuk “Strategi Percepatan Indonesia Sejahtera” di DPP Partai Perindo, Jakarta, Senin (13/2/2017) malam.

“Ketika hanya segelintir kota menopang ekonomi, Indonesia tidak akan pernah maju,” ujarnya.

Kehadiran pasar bebas di saat mayoritas masyarakat Indonesia belum memiliki kesiapan dari segi pendidikan dan kesejahteraannya menyebabkan munculnya kesenjangan lebar. Hal ini terlihat dari pembangunan yang hanya terpusat di kota-kota tertentu, sehingga pertumbuhan ekonomi hanya bisa dinikmati kalangan tertentu.

Pendapatan per kapita Indonesia hari ini berkisar US$ 3.600-3.800. Nominal yang tergolong masih sangat jauh dari batas minimum pendapatan per kapita negara maju yang lebih dari US$ 12.000. Padahal, sudah hampir 72 tahun Indonesia merdeka. Ironis memang.
“Kita harus berupaya semaksimal mungkin memajukan Indonesia, agar negara bisa hadir membantu masyarakat kurang mampu,” Ujar Hary selanjutnya.

Hary juga menjelaskan pentingnya Indonesia menjadi negara maju. Jika maju, tentu negara akan memiliki kemampuan ekonomi, sehingga bisa membantu masyarakat yang kurang beruntung, termasuk di bidang pendidikan.

Saat ini pendidikan di Indonesia memang masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga. Lulusan perguruan tinggi baru sekitar 10%., Singapura dan Taiwan hampir 100%. Bahkan, Korea Selatan yang kemerdekaannya hanya berselang dua hari bisa mencapai 86%.

Selain pendidikan, negara maju tentunya bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka yang lain seperti kesehatan, lapangan kerja, serta tepat tinggal. “Masyarakat miskin harus dibangun, dibantu, dilindungi hingga mereka bisa mandiri,” tambah Hary.

Di sis yang lain, Direktur Pascasarjana Fakultas Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah Herni Ali menyebutkan bahwa ada beberapa aspek penting yang harus dipenuhi negara atas rakyatnya. Aspek-aspek tersebut adalah sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, keamanan, ketenteraman, dan kenyamanan.

Agar semua hal tersebut bisa terpenuhi, maka sangat diperlukan hadirnya pemerintahan yang prorakyat, bersih, transparan, dan berusaha menciptakan good governance. Masa depan bangsa ini tergantung pemimpinnya. “Untuk mewujudkannya, pemimpin itu harus bebas dari masa lalu, tidak pernah terkait kasus korupsi, konsisten tindakan dan ucapan, punya integritas, kompeten.” Ujar Herni.

Herni juga menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang aspiratif, bisa memahami dan membela kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi. “Jadi pemimpin itu harus bisa menyelesaikan masalah, menjadi problem solver, bukan justru mencari dan menjadikan banyak masalah,”ujarnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here