Masa Tenang Pilkada, Polisi Pantau Medsos

0
6
pilkada-serentak-2017

Berita7.id – Pada masa tenang Pilkada, mulai hari ini pihak kepolisian mulai memperhatikan berbagai kegiatan media sosial dalam rangka memastikan tidak ada kegiatan politik yang dilakukan oleh tim pasangan calon maupun para pendukung di berbagai jejaring sosial. Hal ini untuk memastikan memastikan masa tenang Pilkada saat ini bisa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian yang telah diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Rikwanto di Jakarta

Rikwanto juga menyebutkan dilema yang dihadapi oleh pihak kepolisian dalam mengawasi medsos (media sosial). Hal ini disebabkan semakin maraknya informasi berita bohong di media sosial maupun informasi yang dipelintir. Berita bohong dan berita yang dipelintir tersebut sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu dengan berbagai tujuan tertentu seperti sekedar ingin iseng, ingin bersenang-senang, bahkan ada juga yang industri, buzzer yang memproduksi berita bohong demi menghasilkan uang.

Rikwanto juga mengatakan kalau pihak kepolisian pun tidak akan bertindak gegabah dan tergesa-gesa dalam menangani kasus tersebut. Ini karena berdasarkan Undang-undang ITE, unsur-unsur tersebut dapat masuk ke ranah pidana. Karena itulah, Rikwanto menegaskan kalau seluruhnya bisa kena penjara, makanya kita pilah sesuai dengan apa yang dilakukan. Ada yang bisa langsung dipidanakan karena mengganggu kehidupan masyarakat. Namun dalam hal ini ada batasan, di mana kalau melampaui batas pihak kepolisian akan bertindak. Kalau bersifat over dan merusak maka akan ditindak secara pidana.”

Selama pilkada 2017 ini , total laporan atau temuan terkait pelanggaran yang sudah diterima oleh pihak kepolisian di Sentra Penegakan Hukum Terpadu berkisar 255 laporan dari 101 daerah pilkada.

Dari total jumlah di atas, da sekitar 145 laporan dinyatakan bukan tindak pidana pemilu, 94 tidak memenuhi syarat, empat masih proses pembahasan, sedangkan 12 laporan lainnya dinyatakan masuk dalam tindak pidana pemilu. 12 laporan tersebut sudah masuk perkara tindak pidana pada pilkada 2017 yang terjadi selama proses kampanye. Dua sudah masuk tahap penyidikan, satu perkara masuk tahap pertama penyidikan, serta sembilan perkara lainnya telah masuk tahap kedua penyidikan.

Data-data di atas terus mengalami perkembangan. Dalam hal ini pihak kepolisian bekerja sama dengan Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) tetap mencermati proses yang ada agar pilkada bisa berjalan dengan aman dan lancar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here