Langkahnya Mirip Ahok, Ganjar Pranowo Siap Nyusul?

0
10

Berita7.id – Politik itu kurang lebihnya seperti seni. “It is an art of governmen“. Harold Lasswell bilang, politik itu “who gets what, when, how.” Itulah fakta yang ada.

Tetapi, beda arti untuk seorang Ganjar Pranowo. Untuknya, politik itu pencitraan. Yak! Pun, kata ini dia bilang ketika acara talkshow Q & A.

Sebenarnya, saya nge-twit itu lagi bekerja,” kata Ganjar.

Nah, gimana tuh modelnya? Kerja sembari main Twitter? Keren juga nih Ganjar, bisa multi-tasking kerjanya. Ganjar memang salah satu contoh paling atas kalau membahas “Gubernur Milenial”. Beberapa orang dan masyarakat sudah bilang, Ganjar Pranowo adalah “Gubernur Zaman Now”. Berkuasa lima tahun di Jawa Tengah. Lihat saja prestasi Jawa Tengah sekarang. Menyabet gelar daerah termiskin nomor dua di Indonesia!

Gimana ya, agak kontradiktif sih, citra “Gubernur Milenial” sudah terbangun, eh daerah yang dipimpinnya tidak mencerminkan citranya. Duh!

Ganjar sudah mengakui juga, ia gagal memperbaiki kesejahteraan rakyatnya. Kemiskinan di Jawa Tengah, hanya turun presentasinya sebanyak 1 persen saja. Sedih katanya. Tidak tahu juga, apakah pernyataan ini skema politik pencitraan atau jujur.

Ketika di kancah Twitter, Ganjar Pranowo jagonya. Tapi, untuk bidang seperti kartu nelayan, kota Brebes miskin, pabrik semen, dan lainnya, Ganjar gagap total. Apalagi kasus korupsi e-KTP, Ganjar diam seribu bahasa. Muka merah, panik, jidat berkerut. Sekali lagi ah, Duh!

Bisa dilihat track record jaman dulu seorang Ganjar Pranowo. Citra “gubernur bersih” ingin dibentuk. Selalu saja citra. Modusnya sama, kayak Ahok. Jagoan pemberantas pungli kecil di Jembatan Timbang. Tegas, keras, kuat, gagah, tidak ragu ragu, tebas korupsi sekecil apapun, tidak kenal kompromi, rakyat kecil disikat semua!

Eh, Nazarudin nyeplos, Ganjar Pranowo terima duit proyek e-KTP 500 ribu dolar, tuh!

Gubrak! Runtuh sudah citra gubernur bersih yang hebat dan anti korup. Ya walaupun punya mental ngomelin Dishub, yang berujung pada penutupan Jembatan Timbang. Langkah yang diambil Ganjar Pranowo menimbulkan kerugian hanya dalam periode bulan Mei sampai Desember 2014. Hebat tindakannya!

Ini termasuk menyalahi aturan. Sidak Gubernur ke Jembatan Timbang waktu itu sarat dengan pencitraan. Ternyata harus dibayar mahal dengan kehilangan pendapatan Rp 10,118 miliar,” kata Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri.

Ganjar Pranowo adalah sosok hebat, citra yang dibentuknya sampai menimbulkan kerugian hingga milyaran rupiah. Tapi, sepertinya dia tidak peduli dan tidak tahu malu memang. Nggak percaya? Tuh, lihat saja, buktinya nyalon lagi.

Ditulis oleh: Zeng Wej Jian

Silahkan Tulis Komentar Anda Mengenai Artikel Diatas