KPU Temukan Ketidaksesuaian Data pada Pilkada Pati

0
9
Pilkada-serentak-2017-kab.pati

Berita7.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kabupaten Pati menemukan adanya ketidaksesuaian antara total jumlah suara pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati dengan jumlah pengguna hak suara pada pilkada 2017 ini yang dilakukan serentak di 12 kecamatan.

Dalam hal ini, Ketua KPU Kabupaten Pati Much Nasich di Pati, seperti dikutip Antara, Sabtu (18/2/2017), menegaskan kalau data-data tersebut memang belum dibetulkan, nanti setelah rekap manual di kecamatan barulah akan diedit.

Nasich juga menyebutkan bahwa setelah dicermati ternyata ada ketidaksinkronan antara jumlah pengguna hak pilih dengan total suara di 12 kecamatan dalam data pada web KPU. Sehingga hal ini memberikan pengaruh pada persentase tingkat partisipasi pemilih di kabupaten itu.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa berdasarkan data Hasil Hitung TPS (Form C1) Kabupaten Pati terjadi penambahan jumlah pemilih, semula dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.034.256 orang, lalu bertambah menjadi 1.035.663 orang (vide web KPU). Jadi, penambahannya sebanyak 1.407 suara.

Jika mengacu pada data yang ada di web KPU, terlihat jelas kalau tingkat kehadiran pemilih di 2.295 TPS yang tersebar di 21 kecamatan mencapai 68,7 (68,69) persen dari total jumlah pemilih sebanyak 1.035.663 orang, atau yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 711.414 orang.

Namun, jika berpatokan pada DPT, terlihat jelas kalau tingkat presensi pemilih lebih tinggi sebesar 68,78 persen. Di Kecamatan Gabus, misalnya, jumlah pemilih tercatat sebanyak 50.636 orang, sementara 31.998 orang di antaranya menggunakan hak pilihnya di 113 tempat pemungutan suara (TPS). Dengan demikian, tingkat partisipasinya sebesar 63,2 (63,19) persen.

Akan tetapi, jika berdasarkan hasil perhitungan total suara sebanyak 32.256 orang (suara sah 31.651 dan suara tidak sah 705) yang selisihnya sebanyak 258 suara, persentase tingkat kehadiran pemilih mencapai 63,70 persen.

Anggota KPU Kabupaten Pati Supriyanto yang menangani Divisi Pemantauan, Pemungutan, dan Penghitungan Suara, Data, dan Informasi menegaskan kalau pihaknya akan memperbaiki data yang publikasinya melalui web KPU.

Untuk data C1-KWK yang dilakukan entri dan pemindaian (scanning) itu, Supriyanto menegaskan kalau hal itu murni dari TPS yang penyajiannya juga apa adanya. Dalam hal ini, KPU Kabupaten Pati sama sekali tidak mengubah data yang diambil dari TPS.

Supriyanto juga menegaskan bahwa mekanisme perbaikan atas kekeliruan, penulisan, penjumlahan, dan lain-lain akan dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara secara berjenjang di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPU Kabupaten Pati yang nantinya akan dihadiri oleh saksi, Panwas Kabupaten Pati, serta masyarakat. Nanti berdasarkan hasil perbaikan/rekapitulasi hasil penghitungan suara tersebut akan digunakan oleh pihak KPU Kabupaten Pati untuk memperbaiki data tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here