Kader PSI terancam masuk bui gara-gara meme Setya Novanto

0
47

Berita7.id – Mabes Polri membenarkan penangkapan satu orang penyebar meme Ketua DPR Setya Novanto di media sosial. Penangkapan itu dilakukan Selasa (31/10) malam.

“Telah dilakukan penangkapan terhadap saudari DN (Dyann Kemala Arrizzqi) yang bersangkutan diduga telah melakukan kejahatan siber yang termasuk dalam pasal 27 ayat 3 UU ITE, yaitu melaksanakan atau melakukan fitnah terhadap Setya Novanto. Tadi malam kita sudah melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” ungkap Kasubdit 2 Siber Bareskrim Mabes Polri Kombes Asep Safrudin di Bareskrim Mabes Polri.

Saat melakukan penangkapan, Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari Headset, tablet merek Samsung, simcard Simpati, & memory card.

“Tadi malam. Sekitar pukul 22.00 WIB. Barang bukti satu headset samsung, sedang di rumah saja pas ditangkap,” sambungnya.

Hingga kini pihak kepolisian juga masih belum mengetahui motif Dyann menyebarkan meme Setya Novanto. Namun berdasarkan keterangan ad interim, dia melakukan itu hanya karena iseng. Polisi masih menggali keterangan Dyann untuk mengungkap motifnya.

“Motifnya, sampai sekarang masih kami dalami terus. Walaupun menurut keterangannya yang menyampaikan iseng, kemudian hanya main-main menyebar ke akun-akun sesama rekannya. Kemudian dia pasang juga di statusnya di instagram & medsos lainnya,” ungkapnya.

Selain Dyann, polisi juga masih melakukan pengejaran pada beberapa pelaku lainnya. Namun Asep enggan mengungkap lebih spesifik mengenai jumlah target pengejaran atas kasus pencemaran nama baik pada Ketua Umum Partai Golkar.

“Ada beberap yang kita lakukan pengejaran. Saya engga usah sebutkan dimana lokasinya & apa akun medsosnya. Namun kita akan terus melakukan,” ujarnya.

Karena perbuatannya itu Dyann akan dikenakan pasal 27 ayat 3, Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2016 tentang ITE. Serta pasal 310 & 311 KUHP. Kedati demikian, pihak Kepolisian belum melakukan penahanan. Sebab ancaman dari pasal tadi di bawah lima tahun.

“Kebetulan pasal 27 ayat 3 ancaman eksekusi di bawah lima tahun, tentunya kita tidak akan lakukan penahanan & sedang dilakukan pemeriksaan di sini,” ucapnya.

Kuasa hukum Novanto, Frederich Yunadi menduga, bahwa pelaku penyebar meme kliennya di sosial media berasal dari kader salah satu partai politik.

“Ini dari pada anggota partai pribadi. Saya enggak tahu tanya penyidik karena terus terang kami tidak berwenang,” istilah Frederic.

Frederic belum dapat memastikan terkait motif yang dilakukan oleh pelaku. Namun dia menduga pasti terdapat tujuan pribadi dari pembuatan & penyebaran meme tadi.

“Kami belum tahu kami tidak dapat mengatakan terdapat atau tidak. Tetapi secara logika umum seseorang bila melakukan suatu pencemaran nama baik, kan dengan sendirinya terdapat satu tujuan atau dibayar,” ungkapnya.

Dia pun memberikan contoh kasus penyebaran ujaran kebencian pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nyatanya, istilah Frederic, pelaku penyebar ujaran itu memiliki kepentingan pribadi.

“Seperti dulu Presiden Jokowi yang demikian-demikian itu kan juga ketahuan mereka disuruh oleh kelompok pribadi,” ucapnya.

Setelah dilakukan konfirmasi oleh awak media, diketahui DKA ialah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). “DKA tercatat sebagai anggota PSI di Tangerang, bukan pengurus. Berharap dia menerima keadilan,” istilah Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

Toni juga membenarkan bahwa terdapat penangkapan terhadap kadernya itu. Namun dia masih terus memastikannya lebih lanjut.

“Info ad interim yang didapat begitu. Saya sedang double check juga,” ungkapnya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here