Istana Bantah Grasi Antasari Bertujuan Serang SBY

0
6
Manuver antasari bermuatan politis

Berita7.id – Istana Kepresidenan membantah tudingan pemberian grasi kepada Antasari Azhar, mantan pemimpin KPK, bermuatan politis. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan bahwa pemberian grasi tersebut atas dasar pertimbangan Mahkamah Agung dan telah sesuai dengan prosedur.

Pratikno mengatakan kalau Presiden Joko Widodo sempat tak mengerti dengan tudingan yang dilontarkan kepadanya oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepada para pembantunya, Presiden Jokowi meminta penjelasan. “Saya sampaikan kepada Bapak (Jokowi) agar tidak risau, karena sudah melalui mekanisme yang jelas,” Ujar Pratikno di Istana Kepresidenan, Rabu, 15 Februari 2017.

Susilo Bambang Yudhoyono menuduh kalau pemberian grasi kepada Antasari bermuatan politis yang bertujuan untuk menyerangnya. Serangan itu berupa tuduhan bahwa Yudhoyono mengetahui soal rekayasa pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono juga beranggapan kalau pernyataan Antasari sehari sebelum pemilihan kepala daerah dimaksudkan untuk menjatuhkan anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono, calon Gubernur DKI Jakarta.

“Yang saya perkirakan terjadi. Tampaknya grasi kepada Antasari punya motif politik dan ada misi untuk serang dan diskreditkan saya (SBY),” Tweet SBY dalam akun Twitter-nya, Selasa, 14 Februari 2017.

Tudingan SBY kepada Presiden Jokowi bukan yang pertama kali. Dia juga sempat menuduh kalau Presiden Jokowi terlibat dalam isu penyadapan dirinya ihwal kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pratikno menegaskan kalau tidak semua perkara bisa dihubungkan dengan Istana Kepresidenan. “Intinya, kembalikan ke proporsinya. Jangan semua diarahkan ke Istana, apalagi Presiden,” ujarnya.

Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi, berharap agar publik tidak menganggap pernyataan yang dilontarkan oleh Antasari sebagai hasil pertemuannya dengan Presiden Jokowi beberapa hari lalu. Dia juga mengingatkan kalau apa yang disampaikan oleh Antasari bukanlah yang pertama kali. Sebab, sejak dulu dia sudah merasa diperlakukan tidak fair.

“Itu urusan Pak Antasari, jangan bawa-bawa Istana Kepresidenan.” Ujar Johan.

SBY juga mengatakan kalau dirinya sudah memprediksikan munculnya gerakan politik untuk menjatuhkan dirinya sejak dua bulan lalu setelah anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono, mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. SBY juga mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak ada niat mengkriminalkan Antasari dalam kaitan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here