1 Bungkus Rp4000, Garam mulai langka di Makassar

0
14

Pedagang menjual garam halus per kemasan dengan berat 500 gram seharga Rp4.000. Harga tersebut naik lebih dari 200 persen, yang sebelumnya hanya dijual dengan harga Rp1.500 per kemasan setengah kilogram.

“Saya juga heran kenapa bisa stok garam sekarang sangat kurang. Distributor yang biasa ke sini juga sudah tidak pernah datang beberapa minggu terakhir ini,” menurut Risma, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Toddopuli Makassar.

Risma menjelaskan, garam halus sudah mulai langka usai perayaan Idul Fitri, sejak Juni lalu. Kondisi kelangkaan garam tersebut dianggapnya tak wajar. Karena, kata dia, di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu daerah dengan penghasil garam terbesar di Indonesia.

“Padahal kan banyak (garam) di (Kabupaten) Jeneponto. Kalau di Jawa langka, mungkin bisa dimaklumi, tapi kita di Makassar masa bisa kurang stok, padahal Jeneponto dekat,” ujarnya.

Beli di Toko Ritel

Guna memenuhi permintaan masyarakat, Risma mengatakan sepekan terakhir terpaksa membeli garam halus di sebuah toko ritel, yang kemudian dijual kembali di tokonya. Harga di toko ritel, Risma membeli dengan harga Rp3.400 perkemasan, dan menjual ulang dengan harga Rp4.000 per kemasan 500 gram.

“Kita sudah kesusahan cari garam. Cari ke distibutor lain tidak ada semua, bilangnya kosong. Jadi terpaksa beli garam di toko,” katanya.

Jika membeli di distributor, Risma menyebut harga garam halus hanya Rp1.250 per kemasan. Biasanya ia dapat membeli 10 bal (400 kemasan) garam halus dari distributor.

“Kalau (beli) di toko, paling beli satu bal, 40 bungkus yang setengah kilo,” kata Risma.

Ditanya terkait garam kasar, Risma menyatakan masih menerima pasokan dari distributor. Hanya saja, stok untuk garam kasar juga mulai berkurang.

“Kalau garam halus Rp4.000, kalau yang (garam) kasar harganya Rp3.000. Dulu harganya sama, saya jual Rp1.500 per bungkus. Semuanya sebenarnya mulai kurang, tapi garam kasar masih ada yang pasok,” tuturnya.

Ia menyatakan, belum menerima adanya keluhan dari pembeli. Menurutnya, masyarakat tidak mengeluhkan harga garam karena pemakaian yang terbilang tidak banyak.

“Satu kali beli kan bisa dipakai seminggu kalau rumahan saja. Jadi soal harga, pembeli tidak ada yang mengeluh,” katanya.

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here