Ahok Sering Dibesuk Megawati di Mako Brimob, Cerita Sukarno Pernah Dipenjara

    0
    0

    Berita7.id  Basuki Tjahaja Purnama banyak dikunjungi tokoh saat masih mendekam di jeruji Mako Brimob. Namun, pria yang tak mau lagi dipanggil Ahok itu mengaku ada salah satu tokoh nasional yang paling sering menjenguknya. 

    Adalah Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP yang empat kali membesuk eks Gubernur DKI Jakarta itu. Kedatangan Megawati tak pernah dalam tangan kosong. 

    “Tokoh nasional maupun politik yang paling sering berkunjung datang adalah Ibu Megawati Soekarnoputri. Membawa makanan ringan dan buku bacaan karangan John Man (Jenghis Khan, Samurai, Attila),” kata Ahok dalam catatannya di penjara, Selasa, 24 Oktober 2017. 

    Catatan itu ia bukukan berjudul “Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama Berada di Mako Brimob”.

    Ahok mengaku banyak berdiskusi dengan putri Sukarno tersebut. Termasuk membahas buku-buku karangan Bung Karno langsung dari anak Bung Karno.

    “Di dalam tahanan, kita mulai diajar mengerti mana kawan dan mana lawan, dan mulai mengerti pikiran dan hati para ketua umum partai,” tutur Ahok. 

    “Ketika aku dalam posisi lemah, di situlah aku mengenal mana yang tulus dan mana yang tidak,” sambungnya. 

    Ahok menuturkan, selain berdiskusi soal buku, Megawati juga selalu bercerita tentang ayahnya. Cerita itu, kata Ahok, membuatnya tetap bertahan. 

    “Bu Mega selalu bercerita kalau bapaknya (Bung Karno) ditahan lebih lama dan ternyata tetap semangat,” kata Ahok. 

    Sebagai catatan, semasa hidupnya, Sukarno pernah dipenjara selama dua tahun pada 1929 sampai 1931 di Penjara Banceuy dan Sukamiskin. 

    Mengutip Bung Karno Sang Singa Podium karya Rhien Soemohadiwidjojo, Sukarno sempat divonis empat tahun, namun mendapat remisi dua tahun oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Andries Cornelis Dirk de Graeff. 

    Soekarno dipenjara lantaran Belanda menudingnya telah menyebarkan propaganda melalui partai besutannya, Partai Nasional Indonesia (PNI). 

    Adapun Ahok dipenjara selama 1 tahun 8 bulan 15 hari atas kasus penodaan agama. Dia ditahan di Lapas Cipinang, lalu dipindahkan ke Mako Brimob atas alasan keamanan. Ahok resmi bebas pada 24 Januari 2019. (kp)
    Komentar Anda