Heroik! RI Tangkap Kapal Maling Ikan yang Buron 10 Tahun

    0
    0
    Heroik! RI Tangkap Kapal Maling Ikan yang Buron 10 Tahun

    Berita7.id – Selama 10 tahun terakhir, sebuah kapal maling ikan berhasil menjarah ikan di lautan dunia, kapal itu berhasil lolos berulang kali dari upaya penangkapan. Tak disangka tak dinyana, justru kapal itu berhasil ditekuk di perairan Indonesia.

    Kapal itu dikenal dengan nama Andrey Dolgov. Kapal itu ditekuk di perairan Indonesia sekitar Februari 2019 lalu. Kisah penangkapan kapal maling ikan ini cukup heroik dan dramatis.

    Mengutip BBC.com, Selasa (19/2/2019) kisah penangkapan dimulai pada suatu sore saat kapal Andrey Dolgov mati-matian melarikan diri dari kapal patroli angkatan laut (AL) Indonesia yang bersenjata lengkap.

    Kemanapun kapal ini bergerak selalu diintai oleh pesawat tak berawak yang terus berputar-putar di atasnya. Hingga akhirnya kapal AL Indonesia berhasil membuat kapal pencuri ikan ini menyerah, dan akhirnya ditangkap.

    Kapal Andrey Dolgov atau yang dikenal dengan STS-50 dan Sea Breez 1 ini telah menjarah sumber daya kelautan yang paling berharga, yaitu ikan. Kegiatannya ini bagian dari jaringan kriminal internasional terorganisir yang tumbuh subur di antara garis hukum maritim dengan pejabat korupsi.

    Operasi penangkapan Andrey Dolgov dan awaknya merupakan buah kerja sama antara polisi dan otoritas maritim. Berbulan-bulan melakukan pekerjaan yang melelahkan dengan pelacakan satelit.

    “Kapten dan kru terkejut telah ditangkap,” kata Andreas Aditya Salim, bagian dari gugus tugas kepresidenan di Indonesia yang memimpin operasi untuk menjerat Andrey Dolgov.

    Di mana kapal ini ditangkap? Buka halaman selanjutnya.

    Kapal maling ikan ini berhasil ditekuk di sekitar Selat Malaka, tepatnya di jalur pelayaran utama antara Semenanjung Melayu dan Pulau Sumatera. Saat kapal berhasil ditangkap, tim menemukan setumpuk jaring-jaring besar berulir halus yang digunakan untuk menangkap ikan, jaring itu merentang hingga 18 mil atau setara 29 km jika digunakan

    Dalam satu kali operasi, jaring itu mampu menangkap ikan senilai US$ 6 juta atau setara dengan Rp 84 miliar (kurs Rp 14 ribu). Selama 10 tahun atau lebih, diperkirakan telah beroperasi secara ilegal, kapal Andrey Dolgov diperkirakan telah menjarah ikan senilai $ 50 juta atau setara Rp 700 miliar dari lautan.

    Penangkapan dilakukan secara ilegal, dan hasilnya dibawa ke darat untuk dijual di pasar gelap atau dicampur dengan hasil tangkapan legal. Sehingga, ikan-ikan tersebut berakhir di rak supermarket, meja restoran, dan meja makan masyarakat.

    “Kapal-kapal ini beroperasi di perairan internasional di luar yurisdiksi negara. Ini adalah sesuatu yang dieksploitasi penjahat,” kata Alistair McDonnell, bagian dari tim kejahatan perikanan di Interpol yang membantu mengoordinasikan perburuan Andrey Dolgov.

    Bahkan, menurut peneliti biologis kemaritiman di National Oceanography Centre, Katie St John Glew 20% tangkapan ikan di dunia adalah ilegal.

    “Kira-kira, 20% dari hasil tangkapan ikan di dunia itu ilegal. Unreported atau unregulated,” ujar Katie.

    Lantas bagaimana kisah Andrey Dolgov sehingga bisa jadi kapal maling ikan buronan banyak negara?

    Andrey Dolgov awalnya bukan kapal penangkap ikan ilegal. Kapal yang dibangun pada tahun 1985 ini memiliki panjang 54 meter (178ft). Awalnya, kapal ini dibangun sebagai kapal nelayan tuna longline di galangan kapal Kanasashi Zosen di pelabuhan Shimizu, Jepang.

    Kapal berkapasitas 570 ton ini berlayar sebagai Shinsei Maru No 2 selama bertahun-tahun di bawah bendera Jepang. Wilayah pengoperasiannya di Pasifik dan Samudera Hinda untuk perusahaan makanan laut Jepang Maruha Nichiro Corporation.

    Kemudian setalah tahun 1995, kapal tersebut telah berpindah tangan beberapa kali yang pada akhirnya berlayar di bawah bendera Filipina sebagai Sun Tai 2 hingga sekitar 2008 ketika bergabung dengan armada perikanan Republik Korea.

    Di antara tahun 2008 dan 2015, kapal itu telah disiapkan kembali sebagai perahu penangkap ikan di Antartika, yang mampu beroperasi di Samudera Selatan yang liar dan mampu menyimpan ikan untuk waktu yang lama di atas kapal.

    Pada akhirnya, kapal tersebut dicurigai telah menangkap ikan secara ilegal selama 10 tahun, kapal itu mencuri perhatian pihak berwenang internasional pada Oktober 2016, ketika para pejabat China menemukannya sedang berusaha membongkar muatan ikan yang telah ditangkap secara ilegal.

    Sekarang kapal itu disebut Andrey Dolgov dan mengibarkan bendera Kamboja, dioperasikan oleh perusahaan yang terdaftar di Belize. Setahun sebelumnya telah difoto di lepas pantai Punta Arena, di ujung selatan wilayah Patagonian Chili, menunjukkan telah memancing di Samudra Selatan.

    Pada Januari 2017 kapal telah berganti nama menjadi Sea Breez 1 di bawah bendera Togo. Kapal ini berpindah dari pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya dengan dokumen palsu, setidaknya ada beberapa bendera yang digunakan oleh kapal itu, antara lain Nigeria dan Bolivia.

    Akhirnya, pada bulan Februari 2018, pihak berwenang menangkap Andrey Dolgov lagi di sebuah pelabuhan di Madagaskar ketika kapten kapal yang mengaku sebagai STS-50 memberikan nomor Organisasi Kelautan Internasional palsu. Pada akhirnya ada misi di seluruh dunia untuk menangkap Kapal Andrey Dolgov. Penangkapan pun dilakukan di Indonesia.

    Simak Video “Ini Alasan di Balik Terpilihnya Zulkifli Zaini Jadi Dirut PLN”[dtk]
    Komentar Anda
    Loading...