Tarif Tol Trans Jawa Mahal, BPN: Berarti Ada yang Salah

0
221
Tol Trans Jawa Mahal

Berita7.id – Pengusaha truk yang tergabung dalam Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengeluhkan mahalnya tarif tol Trans Jawa. Menurut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, keluhan seperti itu muncul menandakan ada yang salah dengan kebijakan.

“Itu berarti ada yang salah. Bisa saja kebijakan infrastruktur benar, tapi kebijakan tarifnya salah, kan bisa,” kata Juru Bicara BPN Andre Rosiade saat dimintai tanggapan, Sabtu (9/2/2019).

Andre mengatakan, pemerintah era Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah membangun infrastruktur. Politikus Gerindra itu mengingatkan, dalam membangun infrastruktur yang diutamakan yakni aspek perencanaan bukan pencitraan.

“Infrastruktur itu penting, butuh rakyat. Tapi semuanya butuh perencanaan bukan pencitraan sehingga infrastruktur tepat guna, tepat sasaran, sehingga bisa mendukung pertumbuhan ekonomi, bukan mendukung pencitraan untuk Pilpres 2019,” jelasnya.

Jubir BPN Bidang Ekonomi M Kholid menyebut harga tarif tol per kilometer (km) di Indonesia lebih mahal dari negara-negara anggota ASEAN lainnya. Kholid menilai ada beberapa sebab yang membuat harga tarif tol di Indonesia mahal.

“Tarif tol kendaraan truk naik dua kali lipat bisa mencapai Rp 1,5-2 juta sekali jalan. Ini sangat memberatkan. Dengan tarif tol rata-rata yang mencapai Rp 1.300-1.500/km menjadikan biaya logistik kita menjadi paling mahal dibandingkan negara-negara anggota Asean lainnya,” tuturnya

“Saya kira ini tanda lemahnya perencanaan proyeknya. Jadinya kurang cermat dalam mengkalkulasi rate of return-ya, estimasi growth dari penggunaannya dan juga terkait dengan masa konsesi. Saat ini kan rata-rata konsesi 35 tahun, jadinya tarifnya lebih mahal,” imbuhnya.

Menurut Kholid, sumber bahan baku yang impor juga bisa menjadi faktor mahalnya tarif tol. Politikus PKS itu mengingatkan, dalam pembangunan infrastruktur pemerintah tidak boleh gegabah.

“Bisa jadi ongkos membuatnya juga mahal mengingat bahan baku dan material konstruksi kita kan mayoritas impor. Di saat rupiah terdepresiasi ke USD menjadikan barang impor semakin lebih mahal. Seperti kritik World Bank. Kalau bahasa Pak Wiranto, ojo grusa-grusu,” ternag Kholid.

Sebelumnya, Aptrindo mengeluhkan mahalnya tarif tol Trans Jawa karena naik 2 kali lipat. Menurut Wakil Ketua Umum Aptrindo Nofrisel kondisi tersebut membuat ongkos operasional pengiriman naik dua kali lipat dibandingkan lewat Jalan Pantura.

“Intinya kita bisa bandingkan selama ini hanya sekitar Rp 500-an ribu atau Rp 600-an ribu, sekarang bisa Rp 1 juta lebih, kan cukup signifikan,” katanya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Rabu (6/2).

Sumber Berita

Please Login to comment
  Subscribe  
Notify of