Ditanya Apakah Tertarik Ikut Capres, Begini Jawaban Anies

0
6

Berita7.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan dirinya tak ikut berpartisipasi maju dalam pertarungan Pilpres 2019 mendatang.

Anies menyebut, dirinya emoh menjadi calon wakil presiden maupun calon presiden. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lebih memilih tetap memimpin DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Baswedan: Pembangunan Harus Seimbang, Jangan Sampai Kita Condong Ke Atas

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menyebut langkah yang dibuat Anies itu sama sekali tak ada yang spesial. Menurut Gembong, keputusan untuk terlibat di pilpres adalah hak setiap warga negara. Demikian disampaiakan politisi PDIP itu, Selasa (13/3/2018) siang.

“Itu sah-sah saja. Nyapres atau tidak nyapres biasa saja, tidak ada yang spesial. Semua orang punya hak,” katanya.

Menurutnya, penolakan itu menunjukkan konsistensi Anies yang sudah berjanji untuk membenahi Jakarta saat kampanye. Selain itu, pihaknya menjamin akan memberikan dukungan kepada Anies selama itu untuk kepentingan masyarakat.

“Kita akan hargai keputusannya, namun tetap kami awasi juga dalam kinerja selama 5 tahun nanti,” tegasnya.

Baca juga: Warga Kepada Anies: Dulu Sempat Janji Mau Benahi Sampah, Ya Alhamdulillah Bapak Datang Dan Ditempati

Untuk diketahui, dalam acara HUT ke-10 Gerindra, Minggu (11/3/2018) lalu, Anies membuat pernyataan terkait Pilpres 2019. Dalam kesempatan itu, Anies menegaskan dirinya tidak akan maju dalam bursa capres maupun cawapres di Pilpres 2019.

Menurutnya, dalam Pilpres 2019 mendatang, sudah ada Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

“No, no, no, no. Kan sekarang sudah ada calonnya. Ada Pak Jokowi, ada Pak Prabowo,” tegasnya.

Sebaliknya, Anies menyatakan lebih memilih tetap berada di Jakarta.

“Sudah selesai. Saya ngurusin Jakarta,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengakui jika selama ini banyak dorongan yang meminta Anies jadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. Sandi menuturkan, kinerja di DKI Jakarta merupakan cerminan dari pemimpin negara.

Jika bisa memimpin Jakarta, maka kans jadi pemimpin negara terbuka lebar.

“Jika sukses di Jakarta, maka programnya bisa juga dibawa untuk negara di (Pilpres) 2019,” jelasnya.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Partai Gerindra siapa pendamping Prabowo yang sudah ditetapkan menjadi calon presiden. Ia mengaku tak tahu dan hanya bisa menunggu arahan partai berlambang kepala garuda tersebut.

“Saya kira seluruhnya akan segera dijawab, tuh sama Pak Prabowo. Jadi tunggu saja,” tutupnya.

Komentar Anda