“Wasit” Mengeluarkan Kartu Kuning, Jokowi Ingkar Janji?

0
18

Berita7.idZaadit Taqwa, sosok dari aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), yang beberapa waktu silam meniup peluit dan mengacungkan simbol kartu kuning ke presiden RI, Joko Widodo, adalah aksi protes elegan.

Sarwi Pangi Chaniago, Direktur Eksekutif Voxpol Center, mengatakan, protes dari mahasiswa UI itu adalah salah satu bentuk dan gaya khas generasi millenial dalam mengkritik sekaligus mengingatkan pemerintah.

“Saya kira tidak ada caci maki alias hate speech, anarkisme dan lain sebagainya. Habitus politik yang bagus, otokritik yang disampaikan mahasiswa dengan simulasi pemain main bola,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/2).

Sebenarnya, gaya kritik yang Jokowi hadapi saat ini jauh lebih halus daripada yang diterima oleh presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika memimpin Indonesia. Ketika SBY memimpin, frontal sekali kritik yang kerap disampaikan.

“Di era SBY, kritik sangat bengis dan parah. Mulai dari bakar foto presiden SBY sampai demo pakai kerbau tulisan SiBuYa,” urainya.

Aksi Zaadit ini sangat menarik perhatian dan memang menarik. Sebabnya, unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan pendemo belum tentu bisa menarik perhatian dari publik. Tapi, aksi yang dilakukan hanya oleh seorang Ketua BEM UI yang meniup peluit dan mengacungkan kartu kuning ini langsung jadi trending topic. Tentu, ini sangat baik demi memperingatkan pemerintah.

Pun, Ia juga memuji presiden Jokowi yang merespon aksi protes Zaadit dengan tindakan bijak. Lebih lagi, Zaadit tidak sama sekali mendapatkan perlakuan berlebihan (kasar) dari Paspampres.

“Saya melihat itu fenomena biasa saja, masih sesuai trayek demokrasi, yaitu kebebasan dalam ruang publik,” imbuhnya.

Semestinya, Jokowi seharusnya berterima kasih. Kenapa? Karena sudah banyak sekali pihak yang mengingatkan perihal janji kerjanya pada masa lampau.

“Persis seperti simulasi main bola, pemain diminta untuk hati-hati karena sudah mendapat kartu kuning. Political message meminta pemerintah untuk berhati-hati supaya enggak mendapatkan kartu merah,” tegas Pangi.

Tadi pagi, di lokasi Balairung UI, Zaadit Taqwa diamankan oleh Paspamres karena mengacungkan simbol kartu kuning di depan hadapan presiden Jokowi.

Dalam pernyataannya, Ketua BEM UI ini menyatakan, aksi simbolik meniup peluit dan memberi kartu kuning yang ditujukan padanya ke presiden adalah bentuk peringatan karena sudah meresahkan masyarakat dan kondisi tanah air Indonesia.

Komentar Anda