Faisal Basri: Jokowi Kelihatan Sekali Sedang Ngumpulin Dana Piplres 2019!

0
170

Berita7.idFaisal Basri, seorang pengamat politik sudah mencium bau gencar pengumpulan dana politik menjelang pemilu 2019 melalui beberapa kebijakan baru. Salah satu yang nyanter tercium adalah kebijakan perihal impor.

Baca juga: Yailah! Indonesia Impor Garam? IKAPPI: Lihat Tuh, Negara Tetangga Tertawa!

Setelah menghadiri acara briefing dengan PLN di Denpasar, Bali, Faisal Basri menuturkan, melihat dari pengalaman masa lalu, aroma mengumpulkan dana dan pundi pundi uang demi pemilu sudah gencar dilakukan. “Dilihat dari pegalaman masa lalu itu ada kaitan antara impor dengan pengumpulan dana politik,” sebut Faisal Basri, Selasa (31/1/2018).

Tentu, kaitan erat dengan hal ini adalah kebijakan impor jor joran yang dilakukan pemerintah belakangan ini.

Sekarang itu gitu, tolong deh bantu pengusaha tekstil dan garment. Dulu itu hanya importir terdaftar yang boleh. Sekarang importir umum juga boleh. Di Bandung itu sudah menjerit, harga sudah tidak karuan barang impor itu,” katanya.

Apalagi dipermudah ekspor kayu, kenapa kok sekarang. Misalnya ekspor rotan. Terus tiba-tiba menyuruh PPI impor beras. Beras dari Vietnam Rp4.500 di sini jual Rp9.000 untungnya ke mana?” tambah Faisal.

Baca juga: Katanya Sih Surplus Beras, Eh Buka Kran Impor.. Pemerintah Labil!

Dia menyebutkan, berkali kali sudah Menteri Perdagangan mendapat koreksi terhadap kebijakan impor impor Indonesia. Lihat saja impor gula dan yang paling baru, kebijakan impor beras.

Nah kalau angka yang gampang, yang jelas hitung-hiungannya itu impor gula rapinasi itu 3 juta ton dikali Rp82 ribu. Itulah setahun jadi kira-kira Rp235 miliar,” beber dia.

“Itu baru dari gula. Beras lebih tinggi lagi. Impor Rp4.500 dijual Rp9.000. Kita harus bersuara terus,” demikian Faisal.

Sumber: Aktual

Komentar Anda