Kader PDI-P di DPR RI Korup Lagi, Proyek Bakamla Diembat Juga!

0
55

Berita7.id – Empat nama politisi DPR RI muncul di dugaan penerimaan suap pengadaan proyek satelit monitoring dan drone yang dijalankan pada Badan Keamanan Laut (Bakamla). Hal ini, terlihat pada persidangan Tipikor Jakarta yang terdakwa-nya adalah Nofel Hasal, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

Awalnya, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membaca berita acara pemeriksaan (BAP) Dirut PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah. Di BAP ini, Fahmi berujar ada pemberian mahar kurang lebih Rp 24 miliar untuk pengurusan proyeek di Bakamla. Uang ini, kemudian dibagi-bagikan ke sejumlah anggota DPR.

Beberapa nama anggota DPR RI muncul, antara lain: Eva Kusuma Sundari, Fakyakhun Andriadi, Bertu Merlas, dan Donny Imam Priambodo. Mereka adalah anggota dari fraksi PDI-P, Golkar, PKB, dan NasDem.

Iya, itu saya tahu dari Ali Habsyi,” kata Fahmi membenarkan BAP-nya yang dibacakan Jaksa Kiki.

Pemberian uang ini diberikan secara langsung pada staf khusus Kepala Bakamla, Ali Fahmi, alias Fahmi Habsyi. Uang ini sejatinya adalah potongan fee kurang lebih 6 persen pada dana yang digelontorkan untuk pengadaan satelit monitoring yang jumlahnya Rp 400 miliar.

Fahmi mengakui, uang ini diserahkan pada Habsyi di Hotel Ritz Carlton. “Saya tahu kedekatan Habsyi dengan Kabakamla. Makanya saya penuhi,” ucapnya.

Sudah final. Di kasus ini, Fahmi Dharmawansyah mendapat hukuman pidana dengan vonis 2 tahun 8 bulan penjara dan dikenakan denda Rp 150 juta dengan subside 3 bulan kurungan.

Hukuman ini lebih ringan daripada tuntutan oleh jaksa, yakni 4 tahun kurungan penjara dengan denda Rp 200 juta rupiah berlaku subside 6 bulan kurungan.

Komentar Anda