SANGAR! Anies Mengeluarkan Ultimatum Sakti ke Pengembang Pulau Reklamasi

0
18

Berita7.id – Ditegaskan oleh Anies Baswedan, dirinya tidak akan bertoleransi sedikitpun kepada para pelanggar yang sudah dilakukan oleh pengembang reklamasi di Teluk Jakarta. Walaupun para pengembang pulau Reklamasi telah memberi kontribusi tambahan untuk DKI Jakarta, bagi Anies, hal ini berbeda dan sama sekali tidak mempunyai kaitan khusus.

Anda melanggar, sambil menyumbang, terus minta pelanggaran dibenarkan? Nggak. Pelanggaran ya pelanggaran,” katanya di Jakarta, Selasa, 16 Januari 2017.

Ditegaskan pula oleh Anies, dirinya merasa ada cacat pada sistem administrasi perihal penerbitan sertifikat hak guna bangunan atau HGB pada pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. Dia pun segera mengirimkan surat yang ditujukan pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau ATR atau disebut dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Anies Baswedan menilai, cacat pada administrasi perihal penerbitan hak guna bangunan (HGB) amatlah banyak. Anies Baswedan yang juga seorang mantan Menteri Pendidikan meminta langsung pada BPN untuk menarik dan membatalkan HGB pada pulau D dan menghentikan proses pembangunan di pulau C dan pulau G. Anies juga menyatakan, di dalam surat yang dikirimkan ke BPN akan juga disertakan bukti bukti cacatnya administrasi.

Baca juga : Anies Baswedan: Nggak Beres Ini Pulau Rekalamasi, Janggal Semua, BONGKAR!

Menurut dirinya, seharusnya BPN dapat menarik dan membatalkan HGB berdasarkan pada peraturan menteri agraria nomor 9 tahun 1999. Di pasal 103 hingga 133, Anies menyebutkan, pembatalan sertifikat hak guna bangunan (HGB) dapat dilakukan tanpa melalui jalur pengadilan. Ini berarti, katanya, ada klausul yang sangat memungkinkan BPN bertindak tegas dengan cara mencabutnya secara paksa.

Anies Baswedan tetap berpegang teguh dan bersikukuh perihal terbitnya HGB pulau reklamasi masih tidak ada dalam peraturan daerah (Perda) perihal zonasi ialah bentuk sebagai cacatnya administrasi. Disamping itu, kata Anies, waktu terbit sertifikat yang tergolong amat cepat sejak pertama kali diajukan adalah salah satu bentuk keanehan yang menjadikan alasan kuat untuk mengirim surat ke BPN.

Komentar Anda