SALUT! Wagub DKI Katakan Tidak Pada Beras Hasil Impor, Dukung Petani Lokal!

0
17
impor beras

Berita7.id, JAKARTA – Sandiaga Salahuddin Uno, yang kini mendampingi Anies Baswedan memerintah ibukota Jakarta mengatakan, pemerintah provinsi DKI Jakarta (Pemprov) akan selalu melakukan pembelian beras yang berasal dari Sulawesi dan juga Banten. Ini dikarenakan Pemprov lebih memberi prioritas pada petani daripada harus impor yang kini selalu dilakukan oleh pemerintah pusat.

Baca juga : Katanya Sih Surplus Beras, Eh Buka Kran Impor.. Pemerintah Labil!

Sikap yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta ini tentu saja adalah kebalikan dari sikap yang diambil oleh pemerintah pusat Indonesia. Terlebih, pemerintah pusat saat ini melakukan impor 500 ribu ton beras yang asalnya dari Vietnam juga Thailand demi alasan stabilitas harga dan memenuhi stok dan ketersediaan beras yang berada di pasar.

DKI akan selalu dan selalu membeli beras yang berasal dari Sulsel dan juga Banten. Kami pun sudah memerintah dan melakukan koordinasi bersama dengan Menteri Pertanian, kami sangat memprioritaskan beras hasil petani,” ucap Sandiaga di Jakarta, Senin (15/1), seperti dilansir Republika.

Sandiaga Uno menyebutkan, Ia menginginkan masyarakat yang berada di Jakarta tidak terkena imbas dari gejolak harga beras yang naik. Karenanya, Pemprov DKI mengambil langkah dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan langsung menukik demi menyelesaikan masalah ini.

Hal ini disampaikan olehnya berkaitan dengan rencana pemerintah pusat yang akan segera melakukan impor beras dari Vietnam serta Thailand di akhir Januari mendatang. Disamping itu, daerah seperti Sulawesi Selatan dan Banten sangat menolak dan mengecam adanya aliran masuk beras impor karena masa panen yang akan segera tiba.

Baca juga : SANGAR! Anies Mengeluarkan Ultimatum Sakti ke Pengembang Pulau Reklamasi

Sandiaga Uno menyebut, dirinya sangat khawatir arus impor beras Vietnam dan Thailand ke ibukota Jakarta akan menyebabkan distorsi harga resmi pada petani dan pegadang bawah. “Pak Arief Prasetyo Adi Dirut Food Station selalu mengontak saya 24 jam. Kita meminta tambahan dari Bulog 5.000 ton beras yang untuk operasi pasar dan 5.000 ton untuk yang komersial,” ungkap Sandiaga Salahhudin Uno.

Sekarang ini, stok beras mencapai angka 30.000 ton. Stok ini kurang dan harus ditambah hingga 40.000 ton untuk keperluan persediaan. Wakil Gubernur juga sudah memerintahkan PD Pasar Jaya guna melancarkan distribusi beras.

Ini dikarenakan kita tidak mau ketika stoknya masuk, ini ada keterlambatan pada proses distribusi dan berdampak pada gejolak harga. Kasihan pedagang kecil seperti warteg, kasihan pedagang nasi uduk, dikarenakan selama ini mereka harus meningkatkan harga barang miliknya tetapi kemampuan daya beli masyarakat membeli masih tergolong sangat kurang. Jadi ini sangat menjadi pekerjaan rumah besar untuk pemerintah provinsi DKI,” kata Sandiaga

Komentar Anda