Anies Baswedan: Nggak Beres Ini Pulau Rekalamasi, Janggal Semua, BONGKAR!

0
28

Berita7.id – Penguasa sekaligus Gubernur ibukota DKI Jakarta, Anies Baswedan memuat ke publik beberapa janggalnya yang ada pada penerbitan hak guna bangunan (HGB) yang diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR / BPN) terhadap pulau C, D dan G buah dari reklamasi yang letaknya di Teluk Jakarta.

Anies berkata, kejanggalan yang ada di penerbitan HGB perihal tiga pulau reklamasi itu terdapat pada prosesnya yang amat sangat cepat.

Perhatikan saja cepatnya luar biasa. Kita semua kalau mengurus HGB berapa lama? Panjang. Ini dimasukkan tanggal berapa, keluar tanggal berapa. Diukurnya kapan, keluarnya kapan. Banyak sekali hal-hal yang membuat kami semua bertanya-bertanya apa yang terjadi,” kata Anies di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018), seperti dikutip JPNN.

Sempat viral di media sosial, foto sertifikat hak guna bangunan (HGB) sampai saat ini masih berseliweran di kalangan netizen. Di HGB ini, tertulis surat ukur perihal lahan yang luasnya kurang lebih 312 hektar tanggal 23 Agustus 2017. Selang satu hari setelahnya, sudah terbit sertifikat HGB yang terlihat tanggal 24 Agustus 2017 sudah resmi. Bukan sulap, bukan sihir, jadi!

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta pun berulang kali melakukan pengajakan kepada pihak yang terkait untuk melihat rekam jejak pajak atas pembangunan Teluk Jakarta. Menurut Anies, Pemprov DKI seharusnya lengkap mencatat semua kejanggalan yang terjadi.

Baca juga : Anies Baswedan: Saya Nggak Takut Tulisan Orang Di Medsos, Saya Takutnya..

Banyak catatan yang kami akan sampaikan kepada BPN bahwa ini ada problem di dalam prosedur pelaksananaan atau penyiapan keluarnya surat hak guna bangunan terhadap pengelola pulau itu. Dan kalau anda mau lihat lebih jauh, sebenarnya tidak ada istilah pulau,” kata Anies.

Anies juga dengan jelas dan tegas menyebutkan, perihal proses pengajuan izin, pengembang seharusnya menggunakan padanan kata pantai yang disingkat dengan huruf P. Anies sudah melakukan pengecekan, pengembang sama sekali tidak menggunakan istilah huruf P yang berarti “pulau.”

Anies Baswedan juga mengatakan, ini perbedaan yang mendasar sekali antara pantai dan pulau yang konteksnya adalah reklamasi. Anies menyebut, Teluk Jakarta itu sama sekali bukan pulau.

Jadi kalau kami lihat reklamasi itu ada tiga jenis. Reklamasi menambah pulau pantai. Lalu ada juga reklamasi yang bentuknya seperti pulau tapi ada jembatan. Itu namanya pantai yang tersambungkan dengan daratan. Nah, ini yang sedang terjadi adalah pantai yang tersambungkan dengan daratan,” kata Anies.

Komentar Anda