Pilpres 2019 Nanti, Prabowo Tinggal Tunjuk Siapa Yang Mau Lawan Jokowi!

0
48

Berita7.id – Tulisan ini adalah penulisan dari Tengku Zulkifli Usman, beliau adalah seorang pengamat politik. Tulisan ini dilansir dari akun facebook milik pribadinya.

Simak tulisannya di bawah.

Sekarang ini, menurut saya tokoh yang paling mumpuni melawan kharisma dan kuatnya pamor Jokowi secara ril, adalah; Anies Baswedan dan juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY.)

Kenapa? Mari kita bahas.

Di banyak survey saat ini, nama Prabowo kerap muncul sebagai kandidat kuat pesaing Jokowi. Ini bisa jadi karena Prabowo juga sempat melawan Jokowi di Pilpres sebelumnya, sedangkan Anies dan Agus kalaupun nanti menjadi calon, masih perdana.

Jika walaupun nanti di Pilpres mendatang akhirnya AHY menjadi pasangan Cawapres pasangan Jokowi 2019, ini patut untuk diwaspadai. Dengan kekuatan gabungan ini, bukan tidak mungkin periode Jokowi sebagai Presiden akan diperpanjang.

Baca juga : Partai Gerindra : Jangan Tenggelamkan Bangsa Ini Dalam Lautan Utang

Jika benar-benar terjadi, pasangan Jokowi-AHY akan susah tumbang. Menurut saya, hanya Anies Baswedan yang bisa melawan. Itupun dengan syarat Anies tidak salah dalam memilih wakilnya nanti.

Hitungan sudah dilakukan, Prabowo tidak akan bisa lagi nyapres di Pilpres mendatang tahun 2019. Kemungkinan terbesar, Prabowo hanyalah berperan sebagai King Maker dan mendukung Anies Baswedan.

Deal politik yang kemungkinan terjadi, Anies akan jadi kader Gerindra lebih dulu supaya Prabowo bisa mengerahkan semua kekuatannya untuk menjadikan Anies presiden Indonesia 2019 dan memenuhi semua kebutuhan Prabowo dan Gerindra.

Pilpres mendatang, tak akan jauh dari nama Prabowo, diluar pasangan inkumben, pihak lain kemungkinan terbesarnya hanyalah penonton saja. Semua keputusan orang yang akan melawan Jokowi di Pilpres 2019 berada di tangan Prabowo.

Alasan Anies adalah calon kuat melawan pamor Jokowi karena Anies diterima semua lapisan masyarakat dan pemegang kunci politik Indonesia. Terlepas dari apapun ideologi yang dipegang Anies Baswedan, pasti selalu diterima.

Lanjut lagi, Anies mempunyai dukungan besar dari pihak internasional daripada tokoh politik Indonesia lainnya. Tentu ini kelebihan tersendiri. Ibaratnya, Jokowi adalah poros dari Tiongkok, sedangkan Anies Baswedan poros Washington.

Baca juga : Anies Baswedan: Saya Nggak Takut Tulisan Orang Di Medsos, Saya Takutnya..

Untuk negara seperti Indonesia, kebutuhan terhadap lobi internasional ialah suatu kewajiban perihal Pilpres, secanggih apapun, jika hal tersebut lemah akan dipastikan selalu gagal.

2019 akan ada dua kubu kunci, seperti kubu di DKI silam, intinya hanya masalah siapa yang didepan dan siapa yang seksi tepuk tangan (pendukung), itu saja, tidak lebih tidak kurang!

JAKARTA, 15-01-2018

Komentar Anda