Sebut Aksi Bela Islam 212 Bau Politik, La Nyalla Dikepret Wakil Umat Islam

0
416

Berita7.id – Pernyataan yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim, bernama La Nyalla Mattalitti yang menyebutkan rentetan aksi atas nama bela Islam pada tahun 2016 yang berlangsung hingga awal tahun 2017 langsung bereaksi keras di publik.

Contohnya, datang dari anggota tim pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang disingkat GNPF-MUI, bernama Damai Hari Lubis. Ia dengan pribadi membantah keras kata dari La Nyalla Mattalitti yang menyebutkan aksi bela Islam penuh campur tangan politikus.

La Nyalla ngawur. Hanya karena urusan pribadinya lalu merendahkan Aksi Bela Islam sebagau tunggangan,” kata Damai, Jumat 12 Januari 20018 malam.

Pun, Ia juga punya pendapat, umat Islam dan masyarakat untuk mengacuhkan pendapat dari mantan Ketua PPSI, La Nyalla Mattalitti. Menurutnya, pun integritas seorang La Nyalla tidak dapat dipercaya oleh publik.

Ia juga punya alasan, ketika La Nyalla ada dalam struktur tubuh PSSI, sepakbola Indonesia carut marut tidak jelas nasibnya. Terlebih, La Nyalla juga dicopot sebagai ketua PSSI karena vonis bersalah kasus korupsi.

Sebagai salah seorang yang selalu ikut bersama ulama dalam aksi bela Islam dari sekian juta ummat, saya menyatakan terlalu berlebihan seorang La Nyalla menyatakan hal-hal soal politik praktis tentang bela islam yang ditunggangi partai politik,” jelas Wakil Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

Damai Hari Lubis juga punya pendapat khusus, menurutnya La Nyalla tidak memahami dengan dalam aksi bela Islam yang silam dilakukan untuk menerbalikan kursi gubernur DKI Jakarta yang diduduki Ahok.

Ditambahkan olehnya, ucapan dari mulut La Nyalla adalah sinyak bahwa La Nyalla hanya paham setengah setengah dalam kasus apapun.

Baca juga : https://berita7.id/berita/waduh-ternyata-pengembang-pulau-reklamasi-sudah-teken-kontrak-30-tahun/

Padahal, menurut Hari, aksi bela Islam adalah aksi damai yang tujuannya menyatukan berbagai kalangan dalam umat Islam. Mulai dari ulama, aktivis, masyarakat hingga politikus.

Dirinya (La Nyalla) sepertinya tidak mau tahu atau menafikan sisi positifnya (Aksi Bela Islam), karena salah satu keberhasilan umat Islam adalah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan unsur masyarakat, seperti politikus, perhimpunan golongan masyarakat muslim maupun nasionalis,” bebernya.

Damai juga menyebutkan, jatuhnya Ahok adalah lanjutan dari segera ditutupnya tempat prostitusi Alexis dan perlawanan terhadap reklamasi Teluk Jakarta yang dilakukan pada era Ahok.

Pun demikian, Damai Hari Lubis menyebarkan pesan pada masyarakat untuk hati hati terhadap adu domba.

Masyarakat mesti berhati-hati terhadap ucapan ‘sesat’ dari La Nyalla yang tanpa disadari dapat memicu lemahnya gairah perjuangan untuk seri bela islam selanjutnya serta dapat mengadu domba serta menjadi sandungan atau obstrusi antar pihak dan golongan,” tutupnya.

Komentar Anda