Anies Baswedan: Saya Nggak Takut Tulisan Orang Di Medsos, Saya Takutnya..

0
414

Berita7.idAnies Baswedan, yang kini menduduki kursi penguasa di ibukota DKI Jakarta mengaku dengan lantang sama sekali tak mempermasalahkan kritik dan serangan yang ditujukan padanya, terutama di sosial media. Menurutnya, kritik atau seringan adalah wajar diterima oleh sang pemimpin. Apalagi, kini dengan adanya sosial media semua orang dapat mengeluarkan pendapatnya dengan bebas. Tentu ini wajar, sebut Anies Baswedan.

Pernyataan yang dikeluarkan Anies ini adalah bentuk dari tanggapan pertanyaan yang dikeluarkan oleh Abdullah Gymnastiar atau Ustad yang kerap disapa dengan nama Aa Gym di acara kajian tauhid pada Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada hari Minggu tangga 14 Januari 2018. Dalam acara ini, Aa Gym berperan sebagai pemandu acara yang kerap meminta klarifikasi dan konfirmasi Anies Baswedan perihal pro dan kontra dirinya di sosial media.

Saya banyak terkena fitnah, kritik, serangan, macam-macam, saya pasti menjawab ‘Anies siapa sih dia.’ Kalau ingin terjun ke wilayah publik ya jangan berkeluh kesah soal kena komplain, soal dikritik. Yang namanya pemimpin itu ya alamat kotak posnya kritik,” kata Anies, dilansir oleh CNNIndonesia.

Anies mengatakan, setiap keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin akan menjadi perhatian warga dan masyarakat luas pengguna media sosial. Tidak semua orang bakal sependapat dengan keputusan yang diambil.

Baca juga : WADUH! Ternyata, Pengembang Pulau Reklamasi Sudah Teken Kontrak 30 Tahun!

Anies juga mengutarakan, apapun keputusan yang diambil oleh pemimpin akan selalu menjadi sorotan di masyarakat dan warga. Apapun itu, pasti akan menyebar luas sampai ke sosial media. Dan saya yakin, tidak semua orang akan setuju dengan pendapat dan langkah yang saya ambil

Oleh karena itu, kata Anies, kritikan menjadi konsekuensi yang harus dia tanggung selama memimpin DKI Jakarta.

Karena itulah, Anies melanjutkan, kritik dan sara selalu jadi konsekuensi dan tanggung jawab yang akan Ia tanggung selama era kepemimpinannya.

Anies, yang dulunya adalah seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, kritik pada sosial media tak punya pengaruh besar. Tapi, yang justru membuat Anies khawatir adalah ketika kebijakan yang Ia buat justru membuat rakyat dan warga DKI Jakarta sengsara.

Studinya membuktikan adanya interaksi masyarakat lebih kuat dibanding interaksi dan debat pada sosial media. Karena itu saya mengungkapkan, saya tak terlalu memikirkan atas apa yang ditulis di media sosial sampai hari ini. Saya lebih takut atas apa yang ditulis para sejarawan di masa depan dan pertanggungjawaban kita nantinya di masa depan dan akhirat,” katanya.

***

Di caci tak tumbang..
Di puji tak terbang…

Kerja untuk rakyat ya Pak..
Insya Allah barokah Pak..

Komentar Anda