Katanya Sih Surplus Beras, Eh Buka Kran Impor.. Pemerintah Labil!

0
24

Berita7.id – Melalui peraturan Kementrian Perdagangan (Kemendag,) pemerintah telah menyatakan langsung bahwasanya akan membuka pilihan untuk melakukan impor beras yang khususnya untuk memperkuat stok dan menstabilkan harga jual beras yang kerap melambung dari waktu ke waktu. Disebutkan, beras yang akan di impor adalah bukan beras sembarangan, namun beras khusus, sebut pemerintah.

Yap, membingungkan banyak publik. Pertanyaan yang dikeluarkan oleh Kemendag tidak sejalan dengan klaim yang dilakukan sebelumnya, yakni surplus produksi beras dan tidak akan melakukan impor hingga April 2018. Kalau surplus, kok impor? Disamping itu, kenapa harga masih tidak stabil, padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah di buat. Tanya kenapa?

“Opsi impor terbuka, tapi saya memilih beras khusus saja. Supaya kita tidak ada pertentangan dan berhadapan dengan produksi kita, sehingga tidak merugikan petani,” kata dia di Jakarta, Rabu (10/1) yang dikutip Antara. kata Menteri Perdagangan, Enggartioasto Lukito.

Seperti yang sudah publik ketahui, harga beras dengan kualitas medium kerap merangkak kian naik hingga melampaui HET yang disepakati. Untuk stabilisasi harga beras, secara langsung wapres Jusuf Kalla menyebutkan dan minya Kemendag melakukan pengkajian opsi impor beras.

Data yang diambil dari Perum Blugo, stok beras yang dimiliki saat ini sekitar 900.000 ton lebih. Sedangkan stok beras komersil hanya berjumlah kurang lebih 10.000 ton. Sedangkan untuk beras sejahtera (Rastra,) stabil dan dapat memenuhi kebutuhan sampai empat bulan mendatang.

Mendag menambahkan, upaya ini adalah pengendalian terhadap harga beras kualitas medium yang bisa memperluas jaringan operasi pasar (OP.)

Akan ada peningkatan dan perluasan jaringan yang difokuskan pada beberapa titik. Dimana titik fokus sebelumnya berjumalah 1.000, kini meningkat menjadi 1.800 di seluruh wilayah tanah air. Disamping hal ini, pemerintah sedang memastikan stok yang beredar pada pelaku usaha.

“Jadi kalau ada opsi impor, kita melakukannya sesuai seperti yang arahan, tujuannya untuk penguatan stok. Seperti apa yang diperintahkan Wapres. Pemerintah, terutama saya tidak mau ambil risiko,” sebut mendag, Enggartiasto.

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium tercatat mengalami kenaikan. Hari Senin, tanggal 8 Januari 2018, harga median nasional beras kualitas sedang berkisar Rp 11.131, disamping itu, hari Selasa 9 Januari 2018 ada kenaikan menjadi Rp 11.174 per kilogram.

Harga tersebut lebih tinggi dari HET beras ditetapkan pemerintah yakni sebesar Rp 9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Komentar Anda