Dituduh Minta Mahar 40 Miliar, Gerindra Kalang Kabut, Kang Emil Saksinya?

0
7

Berita7.id – Heboh di sosial media. Walikota Bandung yang kini menjadi Cagub Jawa Barat angkat bicara. Apa topik yang dihebohkan ini? Ridwan Kamil, secara langsung melalui kicauan akun Twitter pribadinya menyatakan dirinya menjadi saksi terkait isu yang berkembang. Isu yang saat ini lagi hangat adalah berita perihal parta Gerindra yang kerap meminta mahar sebagai syarat mutlak maju Pilkada.

Isu ini berasal dari pernyataan La Nyalla Mattalitti kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Isu ini berkembang mulanya dari pernyataan seorang La Nyalla Mattalitti yang ditujukan pada Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Akun Twitter resmi Gerindra pun bergerak cepat tanggap menanggapi isu yang dibawa oleh La Nyalla Mattalitti. Deretan kicauan diluncurkan oleh akun Twitter partai Gerindra dan membantah keras isu ini.

Ridwan Kamil pun angkat bicara. Pria yang kerap disapa kang Emil tanpa diundang muncul melalui akun Twitter pribadinya membalas pernyataan yang dikeluarkan partai Gerindra.

“Twit admin @Gerindra ini benar. Saya bersaksi. waktu pilwalkot BDG, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun utk tiket pilkada. Hatur Nuhun. **Di pilgub Jabar ini kami berpisah, krn syarat menjadi kader partai yg tidak mampu sy penuhi,” kicau kang Emil melalui akun Twitter miliknya sesaat akun Twitter resmi partai Gerindra berkicau.

Dalam kicauan miliknya, kang Emil membenarkan sekaligus secara tidak langsung mendukung partai Gerindra. Ridwan Kamil membenarkan bahwa saat maju Pilwalkot Bandung, Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar.

“Saya bersaksi, waktu Pilwalkot Bandung, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun untuk tiket pilkada. Hatur Nuhun,” kicau Emil lewat akunnya yang ditulisnya Kamis (11/1/2018).

Dibalik itu, La Nyalla belum lama ini berkicau perihal kegagalan dirinya maju sebagai calon gubernur Jawa Timur. Pria yang menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur ini memutuskan hengkang dari kader partai Gerindra.

Apa alasannya?

Menurut info langsung dari La Nyalla Mattalitti, Prabowo Subianto mensyaratkan mahar sebesar 40 miliar untuk dapat maju dan didukung partai Gerindra. Dengan angka fantastis tersebut, La Nyalla tidak mau memenuhi syarat yang diberikan kemudian mundur menjadi kader.

Prabowo Subianto tidak bisa diperlakukan seperti itu, lantas marah besar.

Bermula dari rentetan kejadian tersebut, timbul-lah ke permukaan isu bahwasanya partai Gerindra terlalu “matre” perihal memilih kader yang ingin menjadi calon pemimpin daerah.

Komentar Anda