Perjuangan Siswa SD Melewati Sungai, Bagaimana Langkah Pemerintah?

0
9

Berita7.id – Akses yang kurang memadai, itulah hal yang saat ini orang orang pikirkan ketika melihat kejadian yang ternyata sungguh mengharukan, melihat perjuangan siswa SD yang harus melewati sebuah sungai untuk menggapai asa mereka yang dicita-citakannya.

Di sungai Cisanggarung yang memisah antara Kampung Kebon Aqwi dan Kampung Palabuan, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat ini ternyata belum ada akses jembatan penghubung antara kampung ke kampung ini membuat sulit masyarakat setempat untuk melakukan berbagai aktivitas. Diantaranya seperti siswa SD ini yang kesulitan untuk akses menuju ke sekolahnya.

Ada seseorang yang bertempat tinggal di Kampung Palabuan memberikan sebuah keterangan pada hari Selasa (5/9/2017) yang intinya, sebenarnya untuk mereka menuju sebuah pasar atau tempat lainya itu sangatlah dekat, namun karena tidak adanya akses sebuah penghubung yaitu jembatan maka haruslah mereka berputar melalui desa-desa untuk mencapai sesuatu yang ditujuinya.

Bahkan sempat dilansir dari pengakuan warga lainya, jika dihitung-hitung apabila jarak dari kampungnya menuju ke sekolah dan ke pasar dasarnya itu jika harus berputar melawati tiap desa-desa maka perjalanan yang akan ditempuhnya sebanyak 8 kilometer. Maka dari itu anak-anak siswa SD itu untuk menghindari telat dan kecapaian di tengah jalan maka mereka memberanikan diri untuk melewati sungai yang memisah kedua kampung tersebut.

Baca Juga : GP Ansor Mengutuk Keras Tragedi Kemanusiaan Terhadap Muslim Rohingya

#UsirDubesMyanmar, Netizen Kecam Tindakan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

Namun ada juga beberapa kendala yang dihadapinya ketika melewati sungai Cisanggarung yaitu ketika musim penghujan. Mereka warga warga sekitar mengaku apabila musim kemarau mungkin mereka berani untuk menerjangnya. Namun ketika sudah datang musim penghujan, mereka semua tak berani untuk melewati sungai tersebut dikarenakan arus yang semakin deras pula. Mereka pun akhirnya menggunakan becak motor sebagai alternatif mereka menyeberang ke kampung sebelahnya.

Akhirnya Camat Ciledug pun angkat bicara soal kejadian ini, beliau mengaku jika sebenarnya memang tidak ada jembatan penghubung antara kedua kampung tersebut sejak puluhan tahun. Beliau berkata bahwa beliau sudah mencoba mengontak pemerintahan daerah dan pemerintah pusat agar tolong dibuatkan jembatan penghubung, namun hingga saat ini belum ada realisasi yang pasti dari pemerintah setempat.

Dulu memang sempat ada jembatan penghubung sementara, namun seiring berjalanya waktu jembatan itu pun lama lama menjadi hancur terseret oleh derasnya arus sungai tersebut. Pada saat ini mereka mengambil tindakan tegas sendiri dengan bekerja sama dengan lembaga swasta, yang memberikan simpatinya terhadap tindakan-tindakan siswa SD ini yang berani untuk menerobos sungai.

Akan didirikanya jembatan gantung dan ini sifatnya masih sementara saja dan juga jembatan gantung ini pun juga memiliki batas maksimum pula, yaitu maksimal hanya 5 orang saja yang boleh melewati jemabatan darurat itu.

Komentar Anda