Polisi Diminta untuk mengumumkan Penyewa Kelompok Penyebar Hoaks SARA

0
9

Berita7.id – Andi Syafrani sebagai Praktisi hukum menilai bahwa adanya kelompok penyebar Hoax dan kebencian yang berbasis SARA yaitu suku, agama, ras, dan antar golongan seperti kelompok  Saracen yang telah tertangkap beberapa personilnya oleh polisi ini pastinya memiliki tujuan atau kebutuhan tertentu dari pihak yang mempunyai kepentingan. 

Menurut Andi, pihak kepolisian untuk sedia mempublikasikan pihak – pihak tertentu yang menyewa jasa kelompok saracen tersebut. Karena orang – orang dari kelompok ini harus dibuka orang dibalik ini. Perkataan Andi saat diskusi bertajuk di Menteng, Jakarta Pusat, hari Sabtu (26/8/2017). 

Baca Juga : Tarif Pesan Isu SARA dan Hoax 75 – 100 Juta ke Kelompok Saracen

Bapak SBY dan Jokowi Disarankan Bertemu Lagi Terkait Kasus Victor

Harapan dengan diumumkannya para pelaku pemesan kelompok penebar kebencian SARA ini, dapat menjadi sebuah hukuman moral serta peringatan dan pelajaran bagi seluruh masyarakat. Dan dapat juga memberikan suatu gambaran bahwa orang – orang yang berniat untuk berbuat yang tidak baik dengan menjual isu – isu yang dapat merusak hubungan bangsa, maka orang – orang ini harus diberikan hukuman yang setimpal. 

Andi Syafrani pun menambahkan dalam pernyataannya, bahwa meskipun apa apa yang dilakukan kelompok Saracen itu melalui internet atau media sosial, namun kemampuan untuk memecah belah bangsa itu nyata. Maka dari itu semua pelaku yang terlibat dalam permasalahan ini, termasuk pemesanannya, alangkah baiknya juga dikenakan sanksi yang tertera dalam pasal – pasal selain yang diatur pada Undang – undang Informasi dan Transaksi elektronik 

“Semua itu harus ditarik ke pasal yang lebih berat, tidak hanya di Undang- Undang ITE, namun pasal-pasal Undang – Undang misalnya isu konflik sosial, atau bisa juga undang – undang yang lebih tinggi hukumannya”. Ujar Andi Syafrani.  

Polisi telah berhasil mengungkap adanya kelompok Saracen yaitu penebar isu kebencian dan hoax pada beberapa waktu hari yang lalu. Telah tertangkap tiga orang pelaku, dimana pelaku tersebut memang tokoh utama dalam Kelompok Saracen. Dan diperkirakan memang kelompok ini berjumlah banyak, karena didalamnya terdapat struktural yang dimana ada ketua yang memimpin jalannya edaran isu hoax. 

Telah diketahui bahwa kelompok Saracen ini mengunggah atau mengupload konten perkataan kebencian dan menyinggung juga tentang SARA berdasarkan pesanan. Tujuan kelompok Saracen menyebarkan isu konten tersebut hanyalah karena beralasan kondisi ekonomi. Beberapa media yang mereka miliki salah satunya adalah Facebook, ataupun situs lainnya sebagai lahan untuk memposting berita yang tidak sesuai dengan kenyataan dan kebenaran yang ada, tergantung pesanannya. 

Dibalik itu semua, para pelaku juga menyiapkan sebuah proposal untuk disebarkan ke pihak pemesan. Dan menariknya adalah setiap proposal ditawarkan dengan harga yang relatif tinggi yaitu dengan puluhan juta rupiah. Otomatis mereka mendapatkan untung yang sangat banyak. Sejauh ini polisi masih menyelidiki siapa saja orang atau kelompok yang memesan konten yang diunggah di grup maupun situs dari Saracen. Kasus ini, 3 pelaku yang telah tertangkap kemarin sudah dinyatakan sebagai tersangka.  

Komentar Anda